KUCING DAPUR
Band kami dibentuk awal tahun 1998 dengan line
up, Bango ( vokal ), Dodo ( gitar ), Ka’i ( bass
), Bima ( drum ) dengan influence Nirvana. Lalu
pada tahun itu juga line up band kami berubah
menjadi Bango ( vokal ),
Lulu ( gitar ),
Rully (
bass ), Ucok ( drum ) dan solid sampai sekarang
ini. Awalnya kami mengikuti festival – festival
yang diselenggarakan dengan mendaftarkan diri (
started as a live band ), menjadi band undangan
dan akhirnya dipercaya untuk menjadi band
featuring / “bintang tamu” ?. Tujuan dibentuknya
band ini hanya sekedar menyalurkan hobby
bermusik kami yang pas – pasan, daripada kami
mempunyai hobby yang tidak lazim seperti
meledakkan Mall barangkali #!@?ass…
Sekarang ini kami sudah mempunyai manajemen band
tetap, yang kami pikir sangat berguna untuk
mengurusi “hal – hal” diluar kebisaan kami,
walaupun kami masih memegang etos DIY, tapi kami
mencoba untuk profesional ( paling tidak,
mengerti apa itu “profesionalisme” ). Dengan
segala keterbatasan, kelebihan maupun
kekurangannya, kami tidak sepenuhnya
memaksimalkan permainan hanya pada alat musik,
tapi kami mencoba hal lain yang mungkin
terlewatkan / tidak terpikir oleh kebanyakan
band seperti performance dan komunikasi terhadap
“anak – anak” yang hadir pada suatu acara musik,
contoh :
Tanya : hei kalian yang hadir … sudah makan apa
belum ?
Macam – macam jawaban : belum … tai loe ! … ‘gak
lucu … hoi buruan maen !
Karena kami pikir dengan main band ternyata kami
mendapatkan banyak teman dari segala “kalangan”,
bukankah komunikasi adalah kunci !
Sampai saat ini kami sudah main dalam berbagai
acara total grunge atau acara campuran sekitar
50 an acara di Jakarta atau luar daerah, paling
tidak kami mengejar setoran … eh, mengejar
pengalaman main dan mencari teman baru. Selama
ini kami akui banyak sekali yang kami keluarkan
dalam bentuk materi, tenaga dan pikiran untuk
memajukan musik underground terutama musik
grunge di Indonesia, dan kami tidak fanatik pada
grunge itu sendiri atau satu aliran musik saja,
kami juga terilhami oleh banyak jenis aliran
yang ada. Karena kami pikir jika kita mencoba
kritis dan membuka mata terhadap jenis musik
lain ternyata kami menemukan kekayaan materi
musik yang dapat kami curi ilmunya dan banyak
sekali musik atau lagu yang sangat bagus jika
kita tidak mengkotak – kotakkan jenis musik
tertentu.
Untuk jenis musik grunge itu sendiri, ternyata
masih banyak yang mendiskriminasikan musik ini,
contoh yang paling standar banyak anak – anak
lain mengatakan, grunge adalah Nirvana atau
grunge = Nirvanaisme … but it’s true !
Menyedihkan memang ( untuk hal ini jika berminat,
silahkan bertukar pikiran atau berdebat dengan
kami ). Sekedar saran, silahkan lihat atau cari
informasi mengenai latar belakang mengenai musik
ini dan korek sampai tuntas, karena kamipun
masih belajar untuk mengerti hal ini lebih
lanjut.
Oh ya, sekedar informasi ( propaganda ) kami
telah mengeluarkan rilisan album live ( demotape
/ EP ) kami yang pertama berisikan 10 lagu
dengan titel “Hidup Itu Apa ?”, tapi beribu maaf
… karena kualitas rekamannya jelek sekali.
Setelah kami sadari, dikarenakan banyak terjadi
“kecelakaan” disana – sini. Bagi yang sering
mendengarkan lagu – lagu dari padi, dewa, sheila
on 7, lebih baik jangan membeli atau
mendengarkan kaset kami karena mereka tidak
kenal dengan kami #!@?ass…
Wah ternyata sudah cukup puas saya mengoceh
disini, saya mempunyai pesan kepada teman –
teman sekalian bahwa jika kita sudah bisa
menghargai binatang, kita pasti bisa menghargai
orang lain, lebih daripada orang itu menghargai
dirinya sendiri dan kami mengucapkan terima
kasih sebelum serta sesudahnya atas kesempatan
yang diberikan Total Feedback Webzine, juga
salam kenal untuk komunitas musik dan band –
band yang ada disini… wassalam.
Nb: informasi
diatas berkesan formil #!@?ass…
-bango of kucing dapur-