 |
Ska Punk, Punk Core atau Punk Rock pasti
sudah banyak di dengar orang. Bagaimana dengan punk grunge ? Mungkin masih
banyak yang asing dengan perpaduan musik punk dengan grunge ini. "Konsep musik
punk grunge memang masih banyak diragukan orang," kata Egy, gitaris sekaligus
vocalis grup Bolong dari Jakarta, kepada MuMu.
Bolong memang memainkan punk grunge. Musiknya bisa di lihat pada album
Expression yang di edarkan secara indie label. Pada album yang dirilis Juli lalu,
Bolong - Egy (Gitar/Vocal), Edy (Bass), Silo (Drums) mencoba meramu dua jenis
musik yang saling bertolak belakang. "Dari Punk, kami mengambil Vocal dan kord
tiga jurus. Sedang dari Grunge kita mengambil feedback, overbass dan teriakan
vocal," kata para personil Bolong.
Tidak mudah memang bagi Bolong memasyarakatkan konsep musik ini. " Karena kami
pelopor, konsep musik kami sempat dipertanyakan," kata Edy. "Bolong dianggap
tidak mempunyai pendirian dalam bermusik. Tapi karena keyakinan yang kuat, kami
berusaha untuk terus memasyarakatkan konsep musik ini."
Bolong terbentuk pada tahun 1997. Awalnya tidak ada kesepakatan untuk memainkan
punk grunge. Karena latar belakang musik berbeda Egy dan Silo dipengaruhi Grunge
serta Edy dipengaruhi Punk - maka sepakatlah mereka pada konsep musik ini. "Tetapi
tidak ada yang dominan, semua saling mempengaruhi," Ungkap Silo yang dipengaruhi
oleh Silverchair dan Foo Fighters.
Konsep punk grunge pun di sepakati. Mulailah mereka memperkenalkannya melalui
panggung-panggung Underground di Jakarta. Dimulai jadi band opening act hingga
akhirnya di percaya untuk menjadi band utama atau yang biasa di sebut Featuring.
Tentu, banyak pengalaman pahit dan manis yang didapat. Misalnya, pernah salah
kandang saat manggung," Kita main di komunitas SKA, ya sudah, kita dibiarkan
saja," ujar Egy.
Namun, Bolong tetap teguh memainkan musik ini. Hingga Februari 2000, sebuah
major label menawari mereka untuk merekam lagu-lagu Bolong. Tawaran itu mereka
tolak. Sebab menurut Tono, manajer Bolong Major Label terlalu banyak aturan dan
ingin mengubah konsep musik Bolong. "Kita di suruh memainkan musik jenis
alternatif. Major Label ingin kami membuat lagu yang gampang di cerna," ungkap
Tono. Bukan hanya itu pihak Major juga memberikan nilai kontrak yang sangat
kecil. " Yang komersial malah bukan Bolong tetapi justru pihak Major label."
katanya
Pengalaman itulah yang mendasari Bolong memproduksi album indie label sendiri.
Untuk menjajaki pasar, manajemen Bolong sebuah mini album dengan konsep live
sebanyak 50 buah kaset. Ternyata, pasar menerima musik Bolong.
Setelah mini album selesai di pasarkan, akhirnya mereka melanjutkan memproduksi
sebuah album full. Dengan modal yang di pinjamkan dari seorang teman, Bolong pun
memproduksi sebuah album dengan title "Expression" sebanyak 500 keping. "
Tujuannya sesuai dengan judul album, kami ingin mengekspresikan diri. Kami ingin
karya kami didengar oleh orang lain." ujar Egy yang banyak sekali di pengaruhi
band-band Grunge dan Punk yang tidak beredar disini.
Pada album yang di rekam di sebuah studio yang sudah cukup di kenal dikalangan
Underground di Jakarta. Bolong mengaku belum total dalam memainkan musik punk
grunge. Pada album yang prosesnya menghabiskan 5 shift ini masih ada lagu yang
ngepunk sekali seperti (oi..oi..oi, kobam, dan One) dan ada yang punk grunge (Resah,
Destroying, Joey, dan Apa). Dan ada pula Lagu Friend memainkan unsur unplugged.
Album itu diedarkan melalui distribusi underground. Dalam waktu singkat,
permintaan mengalir dari Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Lampung dan kota-kota di
kalimantan. "Kita akan cetak ulang lagi album ini," ujar Edy.
Kesuksesan Bolong memang tidak lepas dari peranan manajemen. Dibawah nama Bolong
Peddot Production, manajemen Bolong melakukan berbagai usaha untuk mengenalkan
nama dan musik Bolong. Misalnya melalui radio dan juga situs internet di
www.bolong.net "Bolong khan juga ingin besar, promosi sih harus," kata Tono.
Hasilnya ? "Ya mulai tampak, kaset laku, undangan pentas mengalir. Bulan depan
jika tidak ada halangan kita akan manggung di Pontianak," jawab Tono. Selamatlah
Bolong. <bibin MuMu>
<< back
|
 |